Bersama DPRD Sulsel, Karantina Pertanian Parepare Petakan Desa Pengekspor Porang

oleh -

Parepare — Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Parepare memantapkan langkah untuk menyukseskan program Gratieks, Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor. Langkah dimulai dengan memetakan desa yang memiliki tempat budidaya sampai ke industri hilirisasi.

Karantina Pertanian Parepare memetakan 22 desa yang berpotensi dikembangkan sebagai pengekspor komoditas pertanian.

Dua di antaranya adalah Desa Damai dan Desa Tallumae di Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. Dua desa ini mengusung komoditas unggulan ekspor berupa porang.

Atas inisiatif ini, Kepala Karantina Pertanian Parepare Andi Faisal diundang secara khusus oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Syaharuddin Alrif, untuk menjadi narasumber dalam acara sosialisasi peraturan daerah nomor 14 tahun 2014 tentang lahan pertanian berkelanjutan yang dirangkaikan dengan pemaparan program Badan Karantina Pertanian dalam memfasilitasi peningkatan ekspor produk pertanian.

Kepala Karantina Pertanian Parepare menyampaikan Porang merupakan komoditas unggulan lokal yang sangat laku di pasar internasional. Trennya terus meningkat. Pabrik pengolahan porang juga terus bertambah. Kami selalu siap mendampingi dan mensertifikasi produk ini agar memenuhi persyaratan negara tujuan.

“Menurut data sistem IQFAST pada tahun 2020 ini Karantina Pertanian Parepare telah mensertifikasi 48,832 ton porang dengan nilai 5,415 miliar. Dalam waktu dekat akan segera diekspor lagi sebanyak 30,982 ton dengan negara tujuan baru yaitu Australia,” tambah Andi Faisal.

Syaharuddin Alrif mengatakan di Desa ini ada beberapa lahan yang dikelola warga yang ditanami porang, tanaman ekspor itu tentu bisa membuat warga Desa Damai melakukan ekspor porang, orang melihatnya sebagai tanaman dollar.

“Dengan adanya potensi pertanian yang sangat luar biasa sehingga bisa mengembangkan desa ini menjadi desa ekspor.” tutup Syaharuddin yang pernah menerima penghargaan Menteri Pertanian sebagai Petani Porang Inspiratif 2020

Untuk mewujutkan hal tersebut, tentunya dibutuhkan kerja sama yang kuat dan solid, baik di antara instansi pemerintah maupun dengan para pelaku usaha dan kelompok tani. Kegiatan ini merupakan aksi nyata dalam mendukung terwujudnya program Gratieks dengan menjalin kerja sama dengan pihak terkait dan perwujudan fasilitasi layanan karantina terhadap ekspor komoditas pertanian.