Surat Terbuka Untuk Pemerintah Provinsi dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan

oleh -

Penulis : Andi.Muh.Arham Basmin

Sebelumnya, izinkan saya memohon maaf jika surat ini dianggap lancang. Nama saya Andi Muhamad Arham Basmin yang saat ini sedang mengemban amanah sebagai ketua pada organisasi Komite Nasional Pemuda Indonesia Sulawesi selatan. Sebenarnya, saat ini organisasi kami sedang berada dalam titik terendah ekspektasi publik, Organisasi KNPI dipandang manja dan cenderung tercerai berai hanya karena gagal merendahkan ego. Tetapi saat ini, beban  karena wabah pandemi novel corona virus telah menyulap raut kehidupan sosial  hingga Sulawesi selatan saat sekarang ini terlihat seperti wilayah/daerah yang telah berumur sekarat. Untuk semua itu, kami di Komite Nasional Pemuda Indonesia Sulawesi selatan memilih bekerja saling bantu membantu  di tengah wabah pandemi ini, dan tentu mengajak semua warga Sulawesi selatan.

Sejak kasus coronavirus pertama kali dikonfirmasi di Sulawesi selatan. Banyak orang yang salah respon bahkan gagal paham seputar pandemi ini.

Menutup sekolah dan bisnis yang tidak penting dan memerintahkan warga untuk tinggal di rumah sebanyak mungkin. Strategi menjaga jarak sosial, yang secara luas dipandang sebagai cara terbaik yang tersedia untuk memperlambat penyebaran virus. Ini tidak berarti jumlah kasus telah berhenti tumbuh, tetapi tingkat pertumbuhan telah melambat, yang dapat menandakan bahwa langkah-langkah jarak sosial memiliki efek.

Ketika cara ini dipandang sebagai langkah tepat menahan kurva penyebaran COVID-19, kami menemukan terdapat dua narasi yang bersaing. Administrasi pemerintah yang mengklaim  telah melakukan upaya pencegahan dengan baik karena telah  memiliki kapasitas pengujian yang cukup. Di sisi lain terdapat pandangan yang menuntut fokus pada populasi yang kurang terlayani, khususnya di pusat pemukiman penduduk dan daerah pedesaan.

Karena itu, kami mengusulkan agar, strategi dan penegakan hukum yang semestinya  ada untuk melindungi pekerja dan konsumen sehingga penduduk masih dapat mempraktikkan jarak sosial yang aman untuk beberapa bulan mendatang. Langkah ini menurut kami akan sangat berarti bagi warga masyarakat yang masih  harus membatasi diri dalam mengakomodasi jarak fisik.

Pada kesempatan ini kami ingin mengucapkan terima kasih atas semua yang telah kita  lakukan bersama dengan tinggal di rumah, berlatih menjaga jarak secara fisik dan mengenakan kain penutup wajah, juga kepada relawan, petugas kesehatan serta ter hkusus kepada satgas covid -19 Pemuda KNPI Sulawesi Selatan, kami percaya tidak ada satu pun orang di daerah kita yang tidak mendoakan dan berharap sesuatu yang sangat baik untuk anda semua.

“Kami meminta untuk terus melakukan yang terbaik yang harus kita lakukan. Berbaik hatilah pada dirimu sendiri, dan tunjukkan rasa iba satu sama lain.” Terima kasih.

Maaf, jika ini terdengar seperti curhat. Sungguh, saya tidak bermaksud demikian. Kami pemuda  mewarisi sikap  untuk pantang dikasihani. Menurut kami. Allah tidak akan memberi cobaan yang melampaui batas kemampuan hambanya. Dan itu kami yakini

***

Surat ini saya tulis pada Kamis Sore, 22 April 2020, beberapa jam setelah kami menemukan gelaja COVID-19 yang telah menyapu pasar dari monumen Mandala sampai ke pelosok desa dengan mengirimkan  ancaman dari kesehatan masyarakat hingga pasar  bisnis yang terancam bangkrut. Pandemi ini telah menutup bisnis, menempatkan ratusan ribu  pekerja yang tidak terhukum keluar dari pekerjaan, dan memaksa setiap orang di mana-mana untuk membandingkan angka-angka di rekening bank mereka dengan angka-angka di dapur mereka, bertanya-tanya berapa lama keduanya bisa seimbang

“Kami Percaya. Bahwa situasi ini membawa setiap orang lebih memilih bersama dengan rasa tidak aman yang mendominasinya, kondisi luar biasa di mana prevalensi kematian telah menjerumuskan pikiran kita. Dan kita “ diam dalam kepanikan sosial’ . Karena itu, Kami menyarankan lewat surat ini tindakan demoralisasi kelas sosial, mendorong impuls eko sosial yang memanifestasikan diri dalam lisensi kesehatan masyarakat, dan gelombang kepedulian yang meningkat.”

Kami berpandangan dorongan ini  mampu menjelma menjadi narasi tentang sebuah potret hubungan ber figura harmonis. Seperti laras irama dan gerak dalam tarian, hadir saling melengkapi dalam posisi dan peran masing-masing.

Pak Gubernur dan Bapak(i) wakil rakyat yang kami hormati,

Menurut teman – teman di Komite Nasional Pemuda Indonesia, upaya dan keseriusan bapak melawan pandemi ini sungguh membuat kami  kagum. Tak tergambarkan bagi kami bahwa langkah – langkah itu diinisisasi oleh seorang gubernur atau seorang wakil rakyat. Tetapi lebih ter maknai sebagai sikap tulus seorang warga masyarakat yang berjuang tanah kelahirannya terhindar dari wabah pandemi covid- 19. 

Di saat kebanyakan Kepala Daerah di luar sana terjebak perseteruan bahkan hingga saling sandra dalam kepanikan akibat wabah covid ini. Bapak (i) justru menunjukkan yang lain, kasih sayang dan ketulusan. Apakah Bapak tahu? Sikap ini telah membangun optimisme pada kami tentang masa depan Sulawesi selatan  yang lebih baik. Sebab persoalan pertama yang harus tuntas pada sebuah daerah yang melawan penyebaran wabah pandemi sebelum berbicara soal grand design pembangunan adalah keharmonisan kepala daerah dan wakil rakyatnya. Tanpa itu, rasa-rasanya kita hanya bermimpi. Ini serupa dengan analogi, bahwa kebaikan pertumbuhan anak-anak dalam sebuah keluarga mesti diawali dengan keharmonisan orang tua sebagai pasangan suami-istri.

Seperti halnya keadaan basah yang menandakan jejak air, kami percaya sikap Bapak bukan tidak mungkin akan menerima surat kami tentu dengan  memposisikan diri sebagai seorang “anak” berikut dengan etika dan kepatutan perilaku yang menyertainya, berbanding lurus dengan kepatutan pihak kami yang memposisikan bapak sebagai sosok “ayah”.   Maksudnya, sikap kami  dalam mengambil peran  selama ini serupa dengan sikap ayah terhadap anaknya. Kebijaksanaan, kasih sayang, dan kepedulian Bapak Gubernur dan Bapak( i) wakil rakyat kepada kami adalah air yang menyebabkan Bapak basah.

Bapak pemerintah provinsi dan warga masyarakat  sulawesi selatan yang  kami banggakan,

Bersama dengan ini, ijinkan kami melaporkan apa – apa yang telah kami dan akan kamii lakukan di tengah – tengah wabah pandemi ini.

Teman teman di Komite Nasional Pemuda Indonesia Sulawesi Selatan sungguh ingin menebus indeks persepsi publik yang menurut kami saat ini berada dalam situasi yang yang tidak begitu baik. Bagaimana obsesi pribadi diantara kita dengan cerita-cerita saling menegasikan mendistorsi eksistensi kami. Karena itu, kami  pikir inilah momentumnya. Iya, ini adalah salah satu kasus paling penting yang memanggil setiap orang untuk berurusan dengan pandemi covid-19.

“Sungguh menakjubkan apa yang setiap pemuda bisa membangunkan dalam satu kedipan dalam kegelapan, sehingga antara matanya tertutup dan terbuka, hadirnya pemuda membawa perbedaan.” 

Setelah agak lama merenung, ide menulis surat ini jadi pilhan yang paling masuk akal.  Pandemi Covid -19 Menyatukan Kita. Kami menyarankan  untuk memforrmulasi keputusan yang lebih baik dan lebih sadar tentang Informasi melalui jurnalisme yang otoritatif, berpengaruh, dan dapat dipercaya. Tujuannya  adalah mewujudkan keyakinan bahwa teks – teks editorial  adalah akar dari semua pendidikan, ilmiah dan budaya  serta politik dan ekonomi. Komitmennya adalah dengan mengulas setiap informasi, baik untuk kebutuhan media cetak, atau  media berita adalah dengan merespons segera informasi pemberitahuan tentang wabah novel Covid -19

Bapak (i) yang kami hormati,

Benar, mungkin ini hanya coretan tak berarti. Apa boleh buat, hanya ini yang kami bisa. Hanya ini kado persembahan untuk  menunjukkan seberapa banyak ruang yang tersedia, bahkan dalam keadaan buruk, tidak hanya untuk bertahan hidup, tetapi untuk toleransi dan bahkan untuk menebar cinta.

Masyarakat Sulawesi selatan memiliki mata dan telinga yang tajam. Kami percaya hal ituah yang menerangi perjalanan kami sejauh ini dengan anggun, bergerak dengan mudah dari orang pertama ke ketiga dan menangkap tidak hanya suara berbagai karakternya tetapi juga pandangan dari mereka masing-masing. Karena ini pula, kami membuka Open Donasi Peduli Penanganan Covid-19, pada rekening donasi  BRI 511601000381509 atas nama Asmayanti. Kamu juga menyampaikan bahwa posko Peduli Covid-19 kami saat ini di jalan Boulevard Ruko Zamrud Blok A2. Alhamdulilah, sejauh ini, teman teman di Komite Nasional Pemuda Indonesia memandang perang melawan transmisi covid-19 ini sebagai debut pengabdian yang luar biasa, dan kami beruntung memiliki warga masyarakat yang peduli kepada sesama.

Selanjutnya, menurut kami warga saat ini berharap bisa mendapat jawaban untuk beberapa pertanyaan paling mendesak tentang upaya stimulus dari pemerintah. Bagaimana warga bisa sedikit memiliki penghasilan tambahan yang bisa membantu membayar tagihan di tengah perlambatan ekonomi yang belum pernah terjadi dan di bayangkan sebelumnya, ini dimaksudkan untuk menopang perekonomian mereka di tengah pandemi coronavirus. Kedua, kami meminta agar kiranya dibentuk majelis kesehatan warga, sebagai agen pembantu kesehatan di rumah, dan lingkungan sosial yang akan mendata dan menguji beberapa pilihan terapi sosial yang menjanjikan.

“Saat ini kita semua membutuhkan data yang menunjukkan terkait penyebaran dan pengendalian virus yang efektif dan berkelanjutan. Semoga warga Sulawesi selatan selalu dalam limpahan keberkahan dan masyarakat tetap bijaksana sebagai pahlawan dalam memandu haluan kemudi menuju Pulau Harapan.”

Satu lagi, saat ini Sulawesi selatan berada dalam keadaan krisis kesehatan. Kami berharap, bapak ibu benar – benar memastikan bahwa apa yang yang telah anda tawarkan kepada publik memenuhi kebutuhan publik. tetaplah menjadi pemimpin dan wakil rakyat terbaik bagi kami, suara perwakilan bagi seluruh masyarakat Sulawesi selatan .

Tetaplah menjelma matahari yang mewakafkan sebagian cahayanya dalam membantu purnama menghias langit malam.

Menyinggung purnama, saya teringat untuk mengingatkan kembali, jika kita tidak melakukan ini dengan cara yang terkendali dan terinformasi, kemungkinan kita akan terkena gelombang gerhana dalam dua atau tiga bulan kedepan. Karena kondisi terburuk setelah kembali kehidupan publik adalah gelombang kedua dari pandemi ini.

Kami akan melibatkan diri untuk memastikan penyebaran coronavirus  melambat, dan kita semua  harus tetap berada di jalur ini. akan tetapi meskipun begitu, masyarakat tidak bisa tetap tertutup selamanya. Kesehatan publik dan para pemimpin di provinsi ini harus  mulai berbicara tentang bagaimana dan kapan masyarakat  harus bersantai membaca dan menikmati pedoman jarak sosial, kami menunggu hari itu mewujud nyata dalam ruang sosial. Bapak (i) para pemimpin sebagai “Matahari” dan kami masyarakat dan pemuda sebagai “Bulan”. Terima kasih, telah mengajari kami makna konsistensi sikap.

Terakhir Pak, bersama teman teman Komite Nasional Pemuda Indonesia  kami menyampaikan

bahwa kita dapat kembali ke cara hidup yang cukup normal dan dapat mengurangi risiko dari coronavirus bahkan sebelum tempat lain memiliki vaksinnya. 

“Saat ini, hidup tidak akan pernah sama sempurnanya sampai kita memiliki vaksin yang sepenuhnya dapat menundanya.”

Ada puluhan bahkan ratusan  senyawa yang tumbuh diatas tanah kita yang menunggu untuk pengembangan vaksin, tapi itu setidaknya membutuhkan satu tindakan. Sekian. Terima kasih dan Bawalah Sulawesi selatan  menuju kejayaan. Kami  percaya, ini bisa dilakukan. Amin!

Ditulis di Makassar pada kami  Sore, 22 April  2020

Salam hormatku

 

Andi Muhammad Arham Basmin